Tags

, , , ,

Selain untuk tujuan kemanusiaan, satu kantung darah yang kita donorkan ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita sendiri, salah satunya adalah menurunkan resiko kejadian penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya).

Menurut hasil penelitian di Universitas Duisburg-Essen di Berlin, donor darah dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler pada orang obesitas dengan sindroma metabolik. Dari hasil penelitian ini, terjadi penurunan sangat signifikan pada tekanan darah, gula darah, denyut jantung dan perbaikan ratio LDL/HDL yang merupakan marker resiko kardiovaskuler. Penelitian ini mengambil sampling acak pada 64 pasien sindroma metabolik, 33 pasien dengan penurunan zat besi dengan plebotomi dan 31 pasien sebagai kelompok kontrol. Penurunan besi dilakukan dengan pengambilan darah sebanyak 300 ml pada penelitian dimulai dan 250-500 ml diambil 4 minggu kemudian. Setelah minggu keenam dilakukan pengukuran dan didapatkan penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan pada pasien yang darahnya diambil (kelompok plebotomi) dibandingkan dengan kelompok kontrol (148,5 mmHg menjadi 130,5 mmHg pada kelompok plebotomi dan 144,7 mmHg menjadi 143,8 pada kelompok kontrol).

Dari penelitian ini diperkirakan bahwa zat besi dalam darah tubuh kita berhubungan dengan hipertensi dan diabetes melitus. Pengambilan darah dengan plebotomi terlihat menurunkan beban besi dalam tubuh dan begitu juga penurunan resiko penyakit kardiovaskuler. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa donor darah tidak hanya dapat mencegah diabetes tetapi juga dapat mencegah penyakit kardiovaskuler pada orang dengan obesitas. Pada penelitian ini memiliki sampel orang dengan tidak memiliki perubahan masa indeks tubuh dan lingkar perut, sehingga memang memerlukan penelitian lain sebagai pembanding. Dari hal tersebut diatas, tidak hanya donor darah yang dapat menurukan resiko, tetapi harus dibarengi dengan perbaikan gaya hidup pada orang dengan obesitas. (sumber: Medical Tribune, July 2012)