Tags

, ,

Hari Raya Saraswati 

OM Swastyastu,

Om Sarasvati namas tubhyam, varade kama rupini siddhirambha karisyami, siddhir bhantu me sada.

Pranamya sarva-devans ca, Paramatmanam eva ca, rpa siddhi prayukta ya, Sarasvati namamy aham.

Sarasvati 1-2

“Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Sarasvati, pemberi berkah, wujud kasih sebagai seorang ibu sangat didambakan. Semoga segala kegiatan yang hamba lakukan selalu berhasil atas karunia-Mu”

Setelah hamba memuja seluruh dewata dan juga dewata tertinggi (Paramatma/Parama Siva), kami memuja Sarasvati yang maha cantik yang mendorong keberhasilan.

“Sang Hyang Saraswati yang hamba puja, sarana pemujaan hamba adalah bunga yang berbau harum, juga melalui Dhyana, japa dan pengucapan mantra yang hamba lakukan, hanya untuk menyembah Dewi Saraswati. Hakekatnya, hanyalah Engkau sebagai akhir dari ilmu pengetahuan. Berbagai karakter semuanya adalah jalan Engkau, walaupun telah diuraikan dalam berbagai ilmu pengetahuan, sesungguhnya untuk menemukan hakekat yang tertinggi, hakekat pengetahuan”

Sesungguhnya Engkau asal dari segala ilmu pengethauan, hanya engkaulah yang menganugrahkan pengetahuan yang memberikan kebahagiaan. Engkau pula yang penuh keutamaan dan Engkaulah yang menjadikan segala yang ada.

Engkau sesungguhnya permata yang sangat mulia. Engkau keutamaan dari setiap istri yang mulia. Demikian pula tingkah laku seorang anak yang sangat mulia. Karena kemuliaan-Mu pula semua yang mulia menyatu”

Kekawin Saraswati, Kirtya, 1875, p.26.

 

Hari Raya Saraswati merupakan hari suci umat Hindu untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yaitu Dewi Kebijaksanaan, Dewi Ilmu Pengetahuan dan sebagai ungkapan rasa syukur karena telah diberikan ilmu pengetahuan/sastra dan kebijaksanaan dalam mencapai tujuan kehidupan yaitu kebahagiaan yang tertinggi/Moksa. Hari Raya ini jatuh setiap enam bulan sekali di Bali yaitu pada hari Saniscara umanis wuku watugunung.

Yang dapat dilakukan pada hari raya ini adalah melakukan persembahyangan, menghaturkan wangi-wangian dan bebantenan terhadap semua pustaka suci. Selain itu kita melakukan meditasi memusatkan sabda, bayu, dan idep kita. Hal ini tercantum dalam lontar-lontar tutur kita temukan Tutur Aji Saraswati dan pada tutur sering menyebutkan tiga serangkai yaitu: Guru Rekha, Saraswati dan Kavisvara dan tiga serangkai ini dapat juga kita temukan dalam Dharma Pawayangan yang ketiganya dihubungkan dengan Bayu, Sabda dan Idep dan ketiganya ini disebut Sang Hyang Tiga Jnana.

Penggambaran dari perwujudan dari Dewi Saraswati tidak merupakan hasil renungan, pelukisan khayalan pikiran melainkan dari pengalaman spiritual para maharsi melalu meditasi yang disebut Darsanam.

Penggambaran dan makna dari atribut dari Dewi Saraswati adalah sebagai berikut:

  1. Tubuh dan busana putih bersih dan berkilauan, merupakan makna simbolis dari Sattvagunatmika (bagian dari Tri Guna), dimana ilmu pengetahuan bersifat Sattvam-jnanam.
  2. Caturbhuja: memiliki 4 tangan, memegang vina, pustaka, aksamala dan kumbhaja; empat tangan yang melambangkan Catur Weda Samhita/perwujudan Weda Sruti; vina /sejenis gitar (ditangan kanan depan) melambangkan Rta (hukum alam) dan saat alam tercipta muncul musik alam semesta dalam wujud OM; aksamala (tasbih) di tangan kanan belakang melambangkan konsentrasi atau meditasi; lembaran-lembaran lontar (pustaka) dan bunga teratai yang melambangkan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.
  3. Vahana; dewi Saraswati digambarkan duduk di atas bunga teratai dengan kendaraan angsa atau merak. Angsa yang berarti jiwa yang agungyang mengandung kata “hamsa” yang berarti menuju keabadian/kebahagiaan yang abadi; hewan yang cerdas mampu membedakan sekam dan biji-bijian dari kebenaran ilmu penegtahuan, seperti angsa yang mampu membedakan antara susu denga air sebelum meminum yang pertama. Dan burung merak melambangkan egoisme yang ditekan oleh kebijaksanaan.

Hari Raya Saraswati bukan sekedar sembahyang dan menghaturkan banten sesajen memohon kerahayuan namun lebih daripada itu yaitu hakekat perenungan diri (Dhyana) dan pemusatan pikiran (meditasi) akan makna kehidupan yang kita lalui bertujuan mencapai kebahagiaan yang abadi yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang sesuai dengan apa yang digambarkan dalam simbolis Dewi Saraswati.

OM Santhi, Santhi, Santhi OM