Tags

, , ,

Tirtha Yatra, Pendakian Spiritual untuk Mencapai Kebahagiaan 

Kebahagiaan spiritual tercapai dengan selalu mendekatkan diri dengan Sang Hyang Widhi/ Tuhan Yang Maha Esa dalam berbagai cara dan jalan apapun secara tulus ikhlas tetap diterima oleh-Nya. Tuhan kita hanya satu, namun orang bijaksana menyebutnya dengan banyak nama. Kalau diumpamakan dengan lima orang buta yang mengindentifikasi seorang gajah dengan merabanya. Agama dan aliran kepercayaan yang kita anut adalah berbagai cara dan jalan menuju kepada-Nya.

Dalam agama Hindu kita mengenal banyak jalan mendekatkan diri dengan Beliau Yang Maha Esa dan dikenal dengan Catur Yoga yang meliputi Bhakti yoga, Karma Yoga, Jnana Yoga dan Raja Yoga. Bhakti yoga dan dalam bentuk Yadnya yang paling menonjol yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali. Begitu pula agama lainnya, melakukan bhakti/sembahyang lebih dominan dilakukan untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta dalam rangka mencari suatu kebahagiaan spiritual. Upacara yadnya merupakan upacara yang besar dan ungkapan rasa syukur dan memohon keselamatan serta kebahagiaan dan dilakukan secara tulus ikhlas. Namun ucapan rasa syukur dan bhakti tidak harus melalui suatu upacara yadnya saja karena banyak jalan yang diberikan oleh Hyang Widhi, terutama bagi orang-orang tidak mampu/miskin. Salah satu jalan yang lainnya adalah tirtha Yatra. Dalam kitab sarasamuscaya disebutkan bahwa rasa syukur, bhakti dan mencari kebahagiaan dengan pendakian spiritual dapat dilakukan dengan pelaksanaan tirtha yatra bahkan oleh orang miskin sekalipun.

“Sebab keutamaan tirtha yatra itu amat suci, lebih utama daripada pensucian dengan yadnya; tirtha yatra dapat dilakukan oleh si miskin”         sarasamuscaya 279

Tirtha yatra terdiri atas dua kata yaitu tirtha yang berarti air, sungai, danau,air suci, tempat untuk mendapatkan atau memperoleh air suci, kesucian atau kesucian diri sedangkan kata yatra berarti kegiatan untuk berkunjung atau melakukan perjalanan. Kata tirtha yatra mempunyai pengertian yang sama dengan tirthacarya yang berarti melakukan perjalanan mengunjungi tempat suci untuk melakukan sembahyang, mohon air suci dan melaksanakan meditasi.

Secara harfiah, arti kata tirta juga berarti tempat menyeberang, jalan melintas. Air adalah sarana menyucikan, unsur yang memberikan kemakmuran, arus kehidupan dapat diseberangi di dalam ralisasi diri dan perjalanan tirtha yatra dapat menyeberangkan seseorang menuju pantai kebahagiaan sang diri sejati. Tempat tirtha yatra adalah akhir perjalanan menuju ke dalam diri, itu bukan berarti tujuan, tetapi tujuan itu adalah untuk melewati titik pusat itu. Makna tirtha yatra sesungguhnya adalah mencari Sang Diri ke dalam diri dan ini merupakan pendakian spiritual tahap awal.

Tirtha yatra dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat suci, sembahyang ke pura pura maupun tempat suci yang dapat kita jangkau sesuai dengan kemampuan kita. Bali merupakan pulau seribu pura dan merupakan kebahagiaan kita dapat mengunjungi/ melaksanakan tirtha yatra ke setiap pura yang ada di Bali. Tirtha yatra merupakan juga yadnya yang dilakukan secara tulus ikhlas dan disertai niat yang suci.

Banyak manfaat yang kita peroleh dari pelaksanaan tirtha yatra disamping suatu pendakian spiritual yakni juga sarana berwisata/dharma wisata, lebih mempererat hubungan sesama manusia/sosial, menjaga keharmonisan lingkungan dan menjaga kesehatan kita terjauh dari stress dan lainnya.

Mari kita mencari kebahagiaan dengan Tirtha Yatra.