Tags

, , ,

Kiat-kiat mendapatkan anak laki-laki (secara Holistik)

Oleh bayuadhy

Kebahagian adalah tujuan setiap orang yang hidup di dunia ini, ada yang bahagia secara material ataupun spiritual. Keluarga bahagia adalah dambaan setiap orang walaupun hidup sederhana. Seorang anak yang lahir adalah harta yang tidak ternilai harganya bagi setiap keluarga. Coba anda bandingkan orang yang sangat kaya dari segi harta benda namun tidak mempunyai anak seorang pun dengan dari keluarga yang sangat sederhana namun hidup bahagia dengan seorang anaknya.

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 pengertian pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Syarat terbentuknya keluarga yang bahagia dan kekal adalah terciptanya seorang anak baik laki-laki maupun perempuan. Dalam mendambakan seorang anak yang suputra diperlukan persiapan yang sangat baik. Dalam hal ini pemerintah telah mempersiapkan program KB.

Menurut WHO (World Health Organization), keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami isteri untuk :

a. Mendapatkan objektif-objektif tertentu

b. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan dan menentukan jumlah anak

c. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan

d. Mengatur interval diantara kehamilan

e. Mengontrol waktu saat kelahiran dengan umur suami dan isteri

Program KB adalah suatu langkah-langkah/suatu usaha kegiatan yang disusun oleh organisasi-organisasi KB dan merupakan program pemerintah untuk mencapai rakyat yang sejahtera berdasarkan peraturan dan perundang-undangan kesehatan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, persiapan dalam mendambakan suatu anak sangat diperlukan.

Memang anak laki maupun perempuan sama saja, di Bali pada khususnya, anak laki-laki merupakan anak yang paling didambakan walaupun hanya satu anak laki karena anak laki-laki merupakan penerus keluarganya baik dari segi keturunan, kewajiban terhadap adat maupun agama.

Oleh karena itu, penulis ingin menyajikan beberapa kiat-kiat untuk mendapatkan anak laki-laki maupun perempuan dari sudut pandang holistic (biologis/medis, psikologis, social dan spiritual). Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua orang walaupun tingkat keberhasilan tidak mencapai 100%. Tetapi kalau kita percaya dan yakin pada hati nurani kita dalam melaksanakannya dan tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, niscaya akan berhasil.

A. Kiat medapatkan anak laki-laki secara Biologis/Medis

Seorang anak/janin dalam kandungan terjadi akibat bertemunya sel jantan (spermatozoa) dengan sel telur (ovum) dalam saluran sel telur (tuba falofi) dalam suatu persenggamaan. Dalam bertemunya kedua sel tersebut, sel spermatozoa berlari dengan ekornya melalui liang vagina, mulut rahim dan rahim sampai bertemu dengan sel telur. Jadi kondisi yang sangat mempengaruhi terjadinya pembuahan dan jenis kelamin yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh sifat kedua sel tersebut sel spermatozoa, ovum (saat ovulasi), dan kondisi liang vagina.

Kiat mendapatkan anak laki-laki secara ilmiah/medis, berikut adalah tips’nya:

1. Lakukan hubungan seks dengan pasangan Anda 24 jam sebelum ovulasi (pelepasan sel telur) dan maksimum 12 jam setelahnya. Atau bisa dilakukan pada masa subur setelah ovulasi terjadi atau hari ke-15 atau ke-16.

Sperma berisi gen laki-laki (sperma Y) berenang lebih gesit daripada sperma berisi gen perempuan (sperma X), karena sperma Y membawa materi gen yang lebih sedikit. Bila keduanya “diadu” maka sperma Y akan mencapai sel telur lebih cepat. Namun, usia sperma Y hanya tiga hari, sedangkan sperma X lima hari. Usia sel telur hanya 12-24 jam. Bila hubungan dilakukan lebih dari 2 hari sebelum ovulasi, kemungkinan yang masih hidup di rahim tinggal sperma X. Bila hubungan dilakukan 12 jam setelah ovulasi, makan kemungkinan sel telur sudah mati. Kiatnya memang mudah, namun tidak semudah itu dalam pelaksanaannya karena kesulitan untuk menentukan tanggal ovulasi.

Bila Anda memiliki siklus menstruasi teratur, waktunya lebih mudah ditentukan. Masa subur Anda kurang lebih 14 hari setelah hari pertama menstruasi, dengan siklus haid Anda 28 hari. Pada masa subur tersebut akan terdapat satu hari di mana sel telur dilepaskan dari indung telurnya (ovulasi). Untuk memastikan apakah ovulasi sedang terjadi, berikut adalah tanda-tandanya:

  • Sebelum ovulasi, ada cairan mulut rahim (servical mucus) yang elastis dan bening seperti putih telur.
  • Pada saat ovulasi, temperatur badan Anda saat bangun pagi (basal body temperature) meningkat. Hal ini karena adanya peningkatan hormon progesteron yang mengiringi pelepasan telur.
  • Sakit perut. Satu dari lima wanita mengalami sakit di perut pada bagian bawah perut sebelah kanan pada saat ovulasi. Tingkat rasa sakitnya bervariasi dari hanya ringan sampai seperti ditusuk-tusuk dan berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam.

Cara yang paling akurat untuk mengetahui ovulasi adalah dengan menggunakan alat tes ovulasi, yang menganalisis sampel urin guna mendeteksi adanya kenaikan hormon lutein yang khas pada saat ovulasi.

2. Faktor makanan

Agar mendukung aktivitas sperma Y, calon ibu sebaiknya mengkonsumsi makanan tinggi natrium dan potasium serta mengurangi kalsium dan magnesium. Makanan tinggi natrium akan menciptakan lingkungan basa yang cocok bagi sperma Y. Makanan bernatrium dan potasium tinggi antara lain kedelai, pisang dan tomat. Dalam hal ini perkayalah makan sayur dan buah-buahan. Makanan kaya kalsium dan magnesium yang perlu dihindari antara lain brokoli, bayam, dan kerang-kerangan.

Sedangkan pada suami lakukan tiger diet yaitu banyak makan daging.

3. Vagina dibasuh dengan air hangat dicampur dengan baking soda 15 menit sebelum berhubungan. Tujuannya adalah menjaga agar daerah vagina bersifat basa. Karena lingkungan basa sangat cocok dengan sperma Y sehingga dapat hidup lebih lama dan bergerak lebih cepat menuju ovum.

4. ada sumber lain mengatakan untuk mendapatkan anak laki-laki diharapkan sang istri/calon ibu lebih dahulu mansturbasi dalam persenggamaan. Dan ada sumber lain juga mengatakan posisi senggama juga mempengaruhi, posisi ibu yang membelakangi ayah (dog style) lebih cenderung untuk lahir bayi laki-laki. Tetapi penelitian yang mendukung kiat ini belum ada terlihat.

B. Kiat mendapatkan anak laki-laki secara spiritual Hindu Bali

Bayi dalam kandungan bisa terwujud berkat pertemuan antara kama petak dan kama bang yang juga disebut cukla swanita yang keluar dari purusa (laki-laki) dan pradana (wanita). Kama petak adalah unsure laki-laki yang juga disebut cukla yang disimbolkan dengan Sang Hyang Semara. Sedangkan kama bang adalah unsure perempuan yang juga disebut swanita, yang disimbolkan dengan Dewi Ratih. Kama petak dan kama bang yang disebut cukla swanita itu, lalu disimbolkan dengan Sang Hyang Semara Ratih.

Menurut salinan lontar Smara Kriddha Laksana bahwa suami istri yang melakukan senggama, terlebih dahulu hendaknya mengucapkan mantra

    “Om krong karetaya sampurana Dewa Manggala ya namah”

selanjutnya dalam persenggamaan agar suami istri memperoleh keturunan atau anak bijaksana, maka mengucapkan mantra:

   “Om rang Rudra ya namah, idep sire sadkrosa”.

Kalau menginginkan anak yang selalu berhasil dalam hidupnya nanti, mantra yang diucapkan:

“Om jrung mrtyuncaya ya namah”.

Selain itu suami istri melakukan pantangan yaitu dilarang membunuh makhluk hidup dan hati selalu cinta damai. Kalau ingin memiliki putra pintar, mantra yang diucapkan:

  Om crikomadewa ya namah,” bratanya ialah suami istri melakukan hubungan itu hendaknya saling asih.

Dari lontar tersebut juga disebutkan kiat memperoleh anak laki-laki, ada beberapa macam ketentuan adalah sebagai berikut:

  1. suami menulis beberapa huruf pada ibu jari tangan kanan dan ibu jari kaki kanan yang bunyinya: “Apurusa bhawati”. Kemudian melakukan persenggamaan pada siang hari dan konsentrasikan pikiran ke Sang Hyang Kamajaya
  2. Memakai sarana antara lain: embotan pandan “asti” (bagian pangkal dan muda serta warnanya putih yang didapat dengan jalan menarik daunnya pada bagian atas dari pohon pandan asti tersebut) dipakai rujak yang dilengkapi pula dengan arak, terasi merah. Rujak itu ditempatkan pada mangkuk sutra dan disertai mantra: “Om cupu-cupu mirah dewaning buwel, tengan maisi putra, petu maha pekik. Om sidhi mantramku.” Setelah itu rujak tadi dimakan bersama-sama dan selanjutnya berpuasa selama sehari.
  3. Pada ibu jari tangan kanan si istri, hendaknya diberi suatu tulisan, seperti inilah rajahnya:

Selain tersebut diatas, waktu sangat menentukan untuk dilihat dalam persenggamaan. Adapun hari-hari yang tidak diperbolehkan melakukan senggama adalah

  • Hari- hari suci
  • Hari purnama maupun tilem
  • Tanggal ke-14 (prawani), yang dimaksud adalah sehari sebelum purnama/tilem
  • Pada hari menstruasi untuk masa empat hari
  • Weton suami atau istri

Menurut ahli agama, Gde Pudja, M.A, dalam artikelnya, persenggamaan dengan tujuan memperoleh anak suputra, sangat baik dilakukan pada hari ke-14 dan 16 terhitung dari hari pertama menstruasi karena akan dilahirkan anak laki yang teguh imannya, mulia, hormat pada orang tua, bijaksana, pandai, jujur, suci dan menjadi pelindung manusia pada umumnya.

Kalau dibandingkan secara ilmiah hari ke-14 dan ke-16 sangat cocok karena pada waktu itu adalah masa subur.

Menurut informasi lainnya disebutkan bahwa adapun cara lain untuk memperoleh anak laki-laki adalah dengan berdoa/sembahyang meminta anugrah kehadapan Ida Bethara Hyang Guru yang berstana di kemulan Rong Tiga di Merajan masing-masing.

C. Kiat memperoleh anak laki-laki atau perempuan berdasarkan kalender cina

 

Berbagai metode telah diuraikan di atas, adapun metoda yang lain dari peninggalan peradaban Cina adalah menggunakan sistem kalender. Sistem kalender yang ada adalah sistem kalender Cina dan sistem kalender Fiji. Sistem kalender Cina ini sudah berumur ratusan tahun dan diklaim memiliki ketepatan 99%.

Perhitungan dengan kalender Cina ini hanya membutuhkan data usia ibu, bulan awal kehamilan atau kapan pembuahan, dan jenis kelamin yang sesuai dengan keinginan.

Demikianlah artikel ini mudah-mudahan bermanfaat dan tujuan untuk memperoleh anak laki-laki yang suputra dapat tercapai. Cara yang paling ampuh adalah berdoa kepada Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa semoga sehingga tujuan keluarga yang bahagia dapat tercapai.

Dari berbagai sumber